Dropshipper Bisnis Terbaru Yang Menjanjikan

Dalam dunia internet, istilah dropshipper adalah sebuah sebutan bagi distributor yang menyediakan barang tanpa menyetok atau menjadi stockist. Sistemnya adalah Anda mencari supplier sebuah produk yang bersedia melakukan segala prosesnya, mulai dari produksi, pengepakan, sampai pengiriman. Dan tugas Anda hanyalah melakukan promosi dan melakukan pemesanan. Istilah dropshipper ini semakin terkenal beberapa tahun belakangan ini, karena banyak produsen yang merasa terbantu pemasaran produknya dengan cara jualan seperti ini. Bagi kita sebagai orang yang ingin memanfaatkan peluang, maka mencoba bisnis terbaru ini sangat menarik dan menantang.

Untuk mencari supplier pun, kita tidak akan kesulitan. Karena sudah banyak supplier berbagai jenis barang yang bersedia melakukan hal itu, dan memberikan kita akses untuk menjadi seorang dropshipper untuk produknya.

Bagaimana teknis lebih jelasnya mengenai bisnis terbaru ini, berikut adalah penjabarannya :

  1. Dropshipper mencari supplier barang yang akan dijualnya dan meminta informasi mengenai produk tersebut, mulai dari deskripsi, berat nett, dan harga yang ditawarkan supplier.
  2. Setelah mengetahui informasi tersebut dengan jelas, maka dropshipper mulai menawarkan produknya, baik secara offline maupun online. Harga yang diberikan untuk konsumennya lebih besar dari harga yang ditawarkan oleh supplier. Perbedaan harga tersebut adalah margin yang akan didapatkan oleh sang dropshipper.
  3. Saat sang dropshipper mendapatkan pembelian dari konsumen, maka dropshipper akan meminta konsumen untuk memberikan penjelasan tentang jenis produk yang diinginkan, jumlah pesanan, alamat lengkap, dan memintanya untuk membayarkan harga yang seharusnya, plus ongkos kirim ke rekening bank dropshipper.
  4. Setelah konsumen melakukan itu semua, sang dropshipper melanjutkan proses order kepada supplier dengan memberikan data alamat konsumen dan membayarkan jumlah uang yang telah ditentukan antara dropshipper dengan supplier.
  5. Supplier akan melakukan sisa proses dari transaksi tersebut, yaitu packaging barang yang dipesan, dan mengirimkannya ke alamat konsumen. Sebagian supplier ada yang memberikan hak kepada dropshipper untuk membubuhkan nama perusahaan dari dropshipper, sebagai bukti bahwa konsumen memang benar benar membeli dari perusahan sang dropshipper, walaupun sebenarnya dropshipper tersebut hanyalah seorang perantara saja.

Demikianlah proses transaksi dropshipper. Semua pihak merasa diuntungkan dengan teknik bisnis ini, baik supplier maupun dropshipper.

Jika baru saja kita bahas tentang kemudahan sang dropshipper dalam menjalankan bisnis ini, maka berikut ini adalah keuntungan yang akan didapatkan supplier, yaitu :

  1. Supplier tidak perlu melakukan promosi, cukup memfokuskan diri pada proses penyediaan barang, membuat katalog produk, melakukan packaging dan melakukan proses pengiriman barang.
  2. Semakin banyak dropshipper yang menawarkan barangnya, maka semakin besar pula peluang penjualan yang akan didapatkan,
  3. Supplier tidak perlu bingung mencari tahu alamat atau menanyakan detil konsumen. Cukup terima saja informasi pemesanannya dari dropshipper dan mengirimkannya langsung ke alamat konsumen,
  4. Tidak perlu menguasai ilmu marketing dan pemasaran, karena semua itu sudah ditangani oleh dropshipper.
  5. Supplier bisa menentukan margin sesuai dengan yang diinginkan, kemudian memberikannya kepada dropshipper sebagai harga jual darinya. Kebanyakan supplier yang menggunakan sistem kerja ini tidak menentukan margin terlalu besar dengan tujuan agar penjualan semakin banyak. Karena jika harga jual murah, kemungkinan pembelian akan semakin tinggi.

Itulah sekelumit tentang penjabaran dropshipper sebagai salah satu bisnis terbaru yang menjanjikan. Manakah posisi yang Anda akan garap? Apakah supplier atau dropshipper?

Selamat mencoba

Silahkan Bagikan Artikel ini ke Teman Anda!