Peluang Bisnis Jilbab dan Baju Muslim

Jika kita lihat, sekarang ini banyak model-model baju muslim yang trendi dan menarik. Baju muslim didesain sedemikian rupa sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan begitu, image kaku dan kuno tak lagi melekat pada baju muslim. Dengan desain baju muslim yang trendi, banyak para wanita yang akhirnya mengambil keputusan untuk berhijab. Dengan begitu, peluang untuk berbisnis baju muslim dan jilbab terbuka lebar. Saat ini, permintaan pasar akan baju muslim dan jilbab semakin besar. Mengingat seseorang akan selalu membutuhkan pakaian dan semakin bertambahnya wanita yang berhijab. Dengan peluang bisnis yang besar, maka tidak ada salahnya jika Anda mencoba terjun ke dunia bisnis fashion yang satu ini.

Dalam memulai bisnis baju muslim dan jilbab, ada baiknya Anda memiliki pengetahuan akan baju muslim yang sesuai dengan ketentuan agama. Hal ini menjadi hal yang paling mendasar untuk pemilihan model baju muslim, seperti baju muslim hendaknya tidak transparan, tidak mengikuti lekuk tubuh, menutupi aurat secara keseluruhan, dan lain sebagainya.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam memulai bisnis ini yaitu pengadaan modal, survei harga baju, dan pemilihan tempat. Promosi dapat dilakukan melalui jejaring sosial, website, atau dari mulut ke mulut. Bentuk-bentuk promosi ini relatif tidak menelan biaya yang besar.

Modal awal yang diperlukan dalam persiapan membuka toko offline yaitu sekitar Rp. 8.700.000,-. Modal ini diperlukan untuk membeli etalase, Rp. 5.000.000,- ; manekin empat buah Rp. 200.000,- ; lemari pajang serta hanger Rp. 3.000.000,- ; dan papan nama Rp. 500.000,-. Peralatan ini akan akan mengalami penyusutan dalam waktu empat tahun dengan nilai residu sebesar Rp. 1.500,- dengan menggunakan metode garis lurus.

Untuk membeli produk yaitu baju dan jilbab sekitar Rp. 5.000.000,- sampai Rp. 8.000.000,-. Harga baju muslim di pasaran berkisar antara Rp. 80.000,- sampai Rp. 150.000,-. Harga tersebut adalah harga kodian. Untuk jilbab, harga di pasaran berkisar antara Rp. 17.500,- sampai Rp. 50.000,-. Jika per hari Anda mendapat laba Rp. 300.000,-, maka sebulan Anda mendapatkan Rp. 9.000.000,-.

Biaya yang harus dikeluarkan diantaranya biaya penyusutan Rp. 181.300, -, sewa tempat jualan Rp. 1.000.000,-, pembelian baju dan jilbab Rp. 3.000.000,-, pegawai Rp. 800.000,-, alat promosi Rp. 300.000,-, listrik Rp. 400.000,-, transportasi Rp. 300.000,-, biaya lain-lain Rp. 200.000,-. Total pengeluaran Rp. 6.181.300,-. Maka laba bersihnya adalah Rp. 9.000.000,- dikurangi Rp. 6.181.300,- sama dengan Rp. 2.818.700. Untuk menghitung berapa bulan modal akan kembali, maka Rp. 8.700.000,- dibagi Rp. 2.818.700, hasilnya sekitar 3,1 bulan.

Nah, bagaimana? Anda tertarik terjun di dunia bisnis jilbab dan baju muslim? Tidak ada salahnya Anda mencoba  bisnis yang satu ini. Yang penting adalah Anda memiliki kemauan keras dalam mengembangkan usaha Anda. Selamat berbisnis.

Silahkan bagikan Artikel ini melalui media: