Cara Cerdas Memilih Permainan Edukatif bagi Anak

Bermain adalah dunia anak-anak. Anak-anak memang sewajarnya bermain. Namun, tentunya kita sebagai orang tua mengharapkan adanya dampak positif dari permainan yang sedang dimainkan anak kita. Dengan begitu, anak tidak hanya bermain saja, tapi juga sambil belajar. Sekarang ini, banyak permainan-permainan menarik yang dijual baik secara online maupun offline. Kita sebagai orang tua sebaiknya dapat memilih mana permainan yang bersifat edukatif (mendidik), dan mana yang tidak.

Prinsip Memilih Permainan Edukatif

Dalam memilih permainan edukatif, ada beberapa prinsip yang dapat Anda jadikan acuan, antara lain:

  • Dapat melatih dan mengajari anak dalam mengenal bentuk, pola, dan model.
  • Dapat melatih fisik, psikologis, IQ dan EQ anak.
  • Dapat mengajarkan anak problem solving dengan metode tertentu, misalnya puzzle, mainan rakitan, dan lain-lain.
  • Dapat mengarahkan anak untuk mengembangkan rasa epati terhadap sesama.
  • Aman bagi anak.
  • Menarik perhatian anak dan tidak ada unsur pemaksaan.

Unsur-Unsur Edukatif dalam Permainan                  

Jenis-jenis permainan edukatif haruslah memperhatikan tahap-tahap perkembangan dan pertumbuhan psikologis anak. Setidaknya ada empat kelompok unsur edukatif dalam permainan anak. Unsur-unsur tersebut antara lain:

  • Motorik
    Dalam permainannya, motorik anak diharapkan dapat dilatih. Dalam hal ini anak dilibatkan dalam kemampuannya untuk mengontrol kekuatan, ketepatan, kecepatan gerakan, dan refleks motorik anak.
    Kemampuan motorik ini dibedakan menjadi dua, yaitu motorik kasar dan motorik halus. Latihan motorik kasar dapat diperoleh ketika anak melempar, mengangkat, berlari, merangkak, merayap, dan lain-lain. Sedangkan latihan motorik halus didapat ketika anak menjumput, memegang, meraba, isolasi jari, dan menjentikkan jari.
  • Kognitif
    Unsur kognitif dalam permainan anak meliputi kemampuan berpikir logis, pemecahan masalah, pengembangan imajinasi, dan daya pikir anak. Dalam permainan ini anak diharuskan untuk melakukan analisis dan menyelesaikan masalahnya sendiri. Contoh permainannya adalah permainan lego, puzzle, mobil rakitan, balok susun, dan lain-lain.
  • Sosial
    Unsur sosial dalam permainan melibatkan naluri, perasaan kepekaan emosional. Permainan jenis ini biasanya berbentuk aktivitas bersama-sama dengan teman sebaya atau makhluk di sekitarnya. Misalnya anak bermain boneka-bonekaan dengan temannya atau bermain dengan kucing peliharaan.
  • Emosi
    Unsur emosi dalam permainan melibatkan kemampuan anak untuk mengontrol emosinya. Anak harus dapat bermain secara sportif dan lambat laun dapat menerima kenyataan. Permainan yang mengandung unsur emosi misalnya bermain peran. Dalam permainan ini, anak harus dapat berlaku seperti apa yang ia perankan. Dalam permainan ini anak belajar menjadi dewasa dengan tetap menonjolkan kepolosannya sebagi anak-anak. Ada juga permainan yang mengharuskan anak untuk menunggu giliran seperti main lompat tali, perosotan, dan lain-lain.
  • Ketuhanan
    Jenis permainan yang mengandung unsur ketuhanan biasanya merupakan permainan yang sudah di-setting. Permainan dalam hal ini melibatkan nilai-nilai keagamaan. Misalnya mendengarkan dongeng atau cerita yang berhubungan dengan ketuhanan.

Demikianlah sedikit paparan mengenai permainan edukatif yang dapat Anda pilih untuk buah hati terinta. Semoga bermanfaat.